Ar-Ruqyah Syar'iyyah

Selasa, 24 Januari 2012

Pengertian Sihir

 
PENGERTIAN SIHIR
Oleh: Ustad Tumin, M.A
A. Sihir Menurut Bahasa
Menurut Ibnu Mandhur dalam kitabnya “Lisanul Arab” bahwa arti sihir secara bahasa adalah seakan-akan tukang sihir tersebut menampakkan sesuatu yang batil dalam bentuk yang benar dan membayangkan sesuatu tidak menurut hakikat sebenarnya. Penyihir tersebut telah menyihir sesuatu dari aslinya. Berarti ia telah memalingkan bentuk yang sebenarnya kepada bentuk yang lain. Dalam kitab “mu’jamul wasith” disebutkan bahwa sihir adalah sesuatu yang sangat lembut dan halus pengembaliannya.
B. Sihir Menurut Istilah Syar’i
Menurut Ibnul Qayyim mengatakan bahwa sihir terbentuk oleh adanya pengaruh jiwa-jiwa yang jahat yang berinteraksi dengan kekuatan alam. Menurut Fakhruddin Ar-Razi berkata bahwa sihir secara istilah syar’i adalah setiap sesuatu yang tersembunyi penyebabnya, dikhayalkan tidak sebagaimana mestinya, sehingga tidak ubahnya seperti pengelabuhan dan penipuan.
C. Pengertian Sihir
Sihir adalah kesepakatan antara tukang sihir dan setan. Kesepakatan itu disertai dengan syarat bahwa tukang sihir harus melakukan sebagian perbuatan yang diharamkan atau bentuk-bentuk kemusrikan sebagai imbalan atas bantuan setan kepadanya, serta ketaatan kepadanya dalam memenuhi segala permintaannya.
D. Sarana - sarana persembahan dukun atau tukan sihir
            untuk mendekatkan kepada setan para tukan sihir melakukan hal-hal berikut ini:
1.      Menjadikan Al-Qur’an sebagai alas kaki ketika masuk ke WC atau kamar mandi
2.      Menulis ayat-ayat Al-Qur’an dengan kotoran (sesuatu yang najis)
3.      Menulis surat Al-Fatihah dengan sungsang
4.      Shalat tanpa berwudu’
5.      Mengorbankan binatang untuk setan sebagai tumbal dengan tidak menyebut nama Allah ketika menyembelihnya.
6.      Ada yang menggauli ibunya atau anak gadisnya
7.      Diantara mereka ada yang berbicara dengan bintang-bintang dan sujud kepadanya, serta menjadikannya sebagai sesembahan selain Allah
8.      Ada yang menulis mantra-mantra dengan menggunakan lafal yang bukan arab, serta mengandung kalimat-kalimat kufur.

Sumber : (الصارم البتار في التصدي الاشرار للشيخ عبد السلام بلي) 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar